Maslahah Mursalah dan Pembatasan Aktivitas Keluar Rumah Atau Bekerja Bagi Perempuan dalam Masa Iddah

Authors

  • Fauzan Al-As’ari Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia Author
  • Zulbaidah Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati, Bandung, Indonesia Author
  • Usep Saepullah Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia Author

Keywords:

Mashlahah Mursalah, Iddah Wafat, Maqashid al-Syariah

Abstract

Abtsrak: Maṣlaḥah mursalah merupakan salah satu metode istinbāṭ hukum dalam kajian uṣūl fiqh yang digunakan untuk menjawab permasalahan-permasalahan baru yang tidak ditemukan pengaturannya secara eksplisit dalam Al-Qur’an dan Sunnah. Artikel ini mengkaji kedudukan maṣlaḥah mursalah sebagai hujjah menurut pandangan para ulama serta penerapannya terhadap pembatasan keluar rumah atau bekerja bagi perempuan yang sedang menjalani masa ‘iddah, khususnya ‘iddah wafat, dalam konteks hukum keluarga Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan normatif-yuridis melalui studi kepustakaan dengan menelaah pandangan ulama uṣūl fiqh dan fuqahā lintas mazhab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat perbedaan pandangan mengenai kehujjahan maṣlaḥah mursalah, penerapannya dalam kondisi ḍarūriyyah dan ḥājiyyah tetap sejalan dengan tujuan syariat (maqāṣid al-syarī‘ah). Kebolehan perempuan dalam masa ‘iddah wafat untuk keluar rumah atau bekerja dalam situasi tertentu dapat dibenarkan secara syar‘i karena bertujuan menjaga jiwa dan kemaslahatan umum serta tidak bertentangan dengan nash. Dengan demikian, pendekatan maṣlaḥah mursalah mampu menghadirkan hukum Islam yang adaptif, humanis, dan relevan dengan dinamika sosial.

Kata kunci: Maṣlaḥah Mursalah; Iddah Wafat; Maqāṣid al-Syarī‘ah

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdurrahman, J. (1996). Maslahah mursalah dan penerapannya dalam hukum Islam. Remaja Rosdakarya.

Abu Dawud, S. ibn al-Ash‘ath. (n.d.). Sunan Abī Dāwūd. Dār al-Risālah al-‘Ālamiyyah.

Abu Zahrah, M. (1958). Uṣūl al-fiqh. Dār al-Fikr al-‘Arabī.

Al-Asy‘ari, F., Zulbaidah, & Saepullah, U. (2024). Maslahah mursalah dan pembatasan aktivitas keluar rumah atau bekerja bagi perempuan dalam masa iddah. Gerechtigkeit Journal, 1(1), 1–12.

Al-Bukhari, M. ibn Ismā‘īl. (2002). Ṣaḥīḥ al-Bukhārī. Dār Ibn Kathīr.

Al-Ghazali, A. Ḥ. M. ibn M. (1993). Al-Mustaṣfā min ‘ilm al-uṣūl. Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah.

Al-Nawawi, Y. ibn Sharaf. (n.d.). Al-Majmū‘ sharḥ al-Muhadhdhab. Dār al-Fikr.

Al-Shatibi, A. I. (n.d.). Al-Muwāfaqāt fī uṣūl al-sharī‘ah. Dār al-Ma‘rifah.

Al-Zuhayli, W. (1986). Uṣūl al-fiqh al-islāmī. Dār al-Fikr.

Aziz, M. (2021). Reinterpretasi hukum iddah bagi wanita karier dalam perspektif maqāṣid al-syarī‘ah. Jurnal Hukum Keluarga Islam, 6(2), 145–160.

Ibn Qudamah, ‘A. ibn A. (1984). Al-Mughnī. Dār al-Fikr.

Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1991 tentang Kompilasi Hukum Islam.

Mudzhar, M. A. (2003). Islam dan masalah kemasyarakatan. Pustaka Pelajar.

Muslim ibn al-Ḥajjāj. (2003). Ṣaḥīḥ Muslim. Dār Iḥyā’ al-Turāth al-‘Arabī.

Novianti, L. (2020). Prinsip Islam dalam melindungi hak minoritas. Adiya: Jurnal Hukum dan Kemanusiaan, 14(2), 228–241.

Novianti, L. (2023). Pidana mati terhadap tindak pidana terorisme di Indonesia ditinjau dari tujuan pemidanaan dalam perspektif hukum positif dan hukum pidana Islam. JSIM: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan, 4(1), 50–70.

Novianti, L. (2024). Green constitution dalam mendorong green economy sebagai pembangunan inklusif berkelanjutan. Gunung Djati Conference Series, 42, 1–10.

Sabiq, S. (1983). Fiqh al-sunnah. Dār al-Fikr.

Sya‘ban, Z. al-D. (1965). Uṣūl al-fiqh al-islāmī. Dār al-Ta’līf.

Syahrizal. (2018). Hukum adat dan hukum Islam di Indonesia. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Zaidan, A. K. (1999). Al-wajīz fī uṣūl al-fiqh. Mu’assasah al-Risālah.

Zulbaidah. (2024). Multicultural influence of the conceptual value of civilization on changes in Islamic law. Pena Justisia, 23(2).

Zulbaidah. (2025a). Kaidah-kaidah lughawiyah (hukum keluarga). Liventurindo.

Zulbaidah. (2025b). Kaidah-kaidah tasyri‘iyah (hukum keluarga). Liventurindo.

Zulbaidah, Amin, S., Rosele, M. I., & Utang. (2025). The practical application of harmonized taklīfī and waḍʿī laws in the Indonesian marriage law system. Lex Localis – Journal of Local Self-Government, 23(S6), 441–453. https://doi.org/10.52152/b6tq4m06

Zulbaidah, Yuniardi, H., Januri, Najmudin, N., & Cason, C. (2025). From traditional ʿurf to digital ʿurf: Accommodating the values of the young generation on husband–wife relations in the framework of uṣūl al-fiqh. Al-Istinbath: Jurnal Hukum Islam, 10(2), 784–808. https://doi.org/10.29240/jhi.v10i2.14630

Downloads

Published

2025-06-06 — Updated on 2025-06-06

Versions

How to Cite

Maslahah Mursalah dan Pembatasan Aktivitas Keluar Rumah Atau Bekerja Bagi Perempuan dalam Masa Iddah. (2025). GERECHTIKEIT : Jurnal Riset Peradaban Hukum, 1(1), 106-112. https://journal.inacexter.com/index.php/gerechtikeit/article/view/134

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >> 

Similar Articles

1-10 of 43

You may also start an advanced similarity search for this article.