Penerapan Istishab dalam Penyelesaian Sengketa Hukum Keluarga Kontemporer di Indonesia
Keywords:
Istishāb, Hukum Keluarga, Mafqud, Itsbat Nikah, Kepastian HukumAbstract
Abstrak: Ambiguitas faktual serta ketiadaan bukti administratif otentik dalam dinamika sosial sering merusak stabilitas hukum keluarga. Artikel ini merekonstruksi penerapan prinsip Istishāb sebagai metode penemuan hukum guna menyelesaikan sengketa keluarga pada kasus keabsahan pernikahan, status orang hilang, penggunaan kontrasepsi, serta tuntutan nafkah lampau. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan konseptual dan pendekatan kasus melalui analisis literatur fikih, regulasi nasional, serta putusan pengadilan agama. Temuan penelitian menegaskan posisi Istishāb sebagai instrumen fundamental dalam menjaga status quo hukum melalui mekanisme Istishāb al hukm dan Istishāb al washf. Hakim menggunakan Istishāb dalam perkara itsbat nikah untuk mempertahankan validitas perkawinan hingga terdapat bukti perceraian yang nyata. Pada kasus orang hilang, terjadi sinkronisasi antara pandangan mazhab klasik dengan regulasi Indonesia melalui penetapan kematian oleh pengadilan sebagai jalan tengah. Istishāb berfungsi efektif sebagai katup pengaman yang menjamin kepastian hukum dengan menegakkan asas praduga sah hingga ditemukan bukti yang meyakinkan untuk mengubahnya.
Keywords: Istishāb, Hukum Keluarga, Mafqud, Itsbat Nikah, Kepastian Hukum
Downloads
References
Referensi
Aditya, M., & Fathullah, F. (2023). Konsep Wali Nikah Dalam Undang Undang Perkawinan Nomor 1 Tahun 1974 Menurut Pandangan Ulama’ Hanafiyah Dan Syafi’iyah. Al Muqaranah, 1(1), 1–12.
Adityarani, N. W., & Sh, M. H. (2025). Istishab sebagai alat pembantu dalam proses ijtihad hukum Islam. Jurnal Cendikia ISNU SU, 1(1), 184–195.
Affandi, F., Asmuni, & Anggraini, T. (2022). Relevansi penggunaan istihsan dan istishab dalam kacamata ekonomi syariah. Jurnal Ilmiah Bisnis dan Keuangan JIBF, 2(1), 82–99.
Al-Syaukani, M. I. A. (1999). Irsyad al Fuhul ila Tahqiq al Haq min Ilm al Ushul. Dar al Kotob al Ilmiyah.
Darmawati. (2021). Ushul fiqh. Prenadamedia Group.
Djazuli, A. (2006). Kaidah-Kaidah Fikih Kaidah-Kaidah Hukum Islam dalam Menyelesaikan Masalah-Masalah Praktis. Kencana Prenada Media Group.
Faizah, I., Izza, M. S. N., & Najib, M. (2025). Penerapan istishâb dalam kasus ahli waris yang hilang mafqūd atau tidak diketahui keberadaannya. AL HAKAM The Indonesian Journal of Islamic Family Law and Gender Issues, 5(1), 57–69. https://doi.org/10.35896/alhakam.v5i1.1004
Irawan, H. (2023). Legal interpretation methods for Islamic family law in Indonesia. Journal of Islamic Law, 4(2), 112–129.
Kementerian Agama RI. (2022). Al Qur'an dan terjemahannya. Lajnah Pentashihan Mushaf Al Qur'an.
Khallaf, A. W. (2005). Ilmu ushul fikih (Halimuddin, Trans.). Rineka Cipta.
Linda Novianti. (2025). Peran Etika dalam Menjaga Keadilan dan Transparansi pada Proses Arbitrase. JarbI: Jurnal Arbitrase Indonesia, 1 (1), 1-10.
Maula, I., Siswanto, Meidina, A. R., Musyafangah, & Ubaidillah. (2024). Istishab analysis of the decision on itsbat nikah as an integrated service of mobile session in Wamena Religious Courts. Interdisciplinary Journal of Social Science and Education IJSSE, 2(1), 43–58. https://doi.org/10.53639/ijsse.v2i1.19
Muslimin, J. M., & Kharis, M. A. (2020). Istihsan and istishab in Islamic legal reasoning. Al Risalah Forum Kajian Hukum dan Sosial Kemasyarakatan, 20(2), 163–179. https://doi.org/10.30631/al-risalah.v20i2.589
Muzhaffar, M. R. (2010). Ushul al Fiqh. Dar al Tafsir.
Nabilah, D., Ma'rifah, A. N., Pranata, E. O., Puspita, M., & Gunawan, H. (2025). Vasectomy family planning policy and the rights of social assistance recipients. Jurnal AL MAQASID Jurnal Ilmu Kesyariahan dan Keperdataan, 11(1), 177–197. https://doi.org/10.24952/almaqasid.v11i1.15760
Pagar, P., Khair, N., & Siregar, F. B. (2021). Implementation of Counseling through Islamic Religious Courts in Resolving Polygamy Household Disputes. Budapest International Research and Critics Institute-Journal, 4(3), 205–218.
Rasyidah, R., Hannani, H., & Rusdi, M. A. (2024). Hukum Pernikahan Tanpa Wali Perbandingan Pemikiran Hukum Imam Abu Hanifah dan Kompilasi Hukum Islam. Iqra Jurnal Ilmu Kependidikan dan Keislaman, 19(2), 143–155.
Rohayana, A. D. (2020). Epistemologi hukum Islam dalam perspektif Istishab. Hukum Islam Jurnal Hukum Islam, 20(2), 145–160.
Salsabillah, N., & Mustafa, A. D. (2023). Pertimbangan Hakim Terhadap Penetapan Wali Adhal Bagi Anak Perempuan Yang Berbeda Agama. Sakina Journal of Family Studies, 7(4), 455–468.
Satriadi, M. (2022). Implementasi Istishab dalam Dinamika Hukum Keluarga Islam di Indonesia. Jurnal Ilmiah Syari'ah, 21(1), 12–28.
Shihab, M. Q. (2002). Tafsir al misbah Pesan kesan dan keserasian Al Qur'an (Vol. 1). Lentera Hati.
Sukiati, Harahap, Y., & Lubis, I. A. (2024). Juridical analysis of the implementation of itsbat nikah in the principle of legal certainty in the religious court decision. Anayasa Journal of Legal Studies, 2(1), 93–100. https://doi.org/10.61397/ays.v2i1.182
Sulfinadia, H., & Roszi, J. P. (2022). Penyelesaian kasus mafqud studi atas kelanjutan perkawinan dan kewarisan. Sakena Jurnal Hukum Keluarga, 7(1), 17–28.
Syarifuddin, A. (2009). Ushul fiqh jilid 2. Kencana Prenada Media Group.
Zulbaidah. (2025). Ushul fiqh 1 Kaidah kaidah tasyriiyah. PT. Liventurindo.
Zulbaidah, Amin, S., Rosele, M. I., & Utang. (2025). The practical application of harmonized taklifi and wadh'i laws in the Indonesian marriage law system. Lex Localis Journal of Local Self-Government, 23(S6), 441–453. https://doi.org/10.52152/b6tq4m06
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Mochammad Fakhrizal Hafidh , Zulbaidah, Usep Saepullah (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








