Tarjiḥ Sebagai Mekanisme Penyelesaian Ta‘aruḍ Al‑Adillah

Authors

  • Abdul Hakim Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati, Bandung, Indonesia Author
  • Zulbaidah Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati, Bandung, Indonesia Author
  • Dadang Syaripudin Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati, Bandung, Indonesia Author

Keywords:

tarjīḥ, ta‘āruḍ al adillah, uṣūl al fiqh, al Āmidi

Abstract

Abstrak : penelitian ini mengkaji konsep tarjīḥ sebagai solusi akhir dalam menghadapi ta‘āruḍ al-adillah (pertentangan dalil). Dalam tradisi uṣūl al-fiqh, tarjīḥ dipahami sebagai proses memilih dalil yang lebih kuat (rājiḥ) di antara dalil-dalil yang sama-sama layak dijadikan hujjah, ketika penggabungan (jam‘) tidak mungkin dilakukan dan tidak dapat dipastikan mana dalil yang lebih dahulu atau lebih kemudian. Kajian ini menelusuri definisi, syarat, dan indikator tarjīḥ sebagaimana dirumuskan oleh para ulama klasik, khususnya al-Āmidī dalam al-Iḥkām fī Uṣūl al-Aḥkām. Analisis menunjukkan bahwa tarjīḥ berfungsi sebagai mekanisme epistemologis untuk menjaga konsistensi hukum Islam, sekaligus menegaskan fleksibilitas syariat dalam merespons perbedaan dalil. Dengan demikian, tarjīḥ menjadi instrumen penting dalam metodologi uṣūl al-fiqh yang memastikan penerapan hukum Islam tetap kokoh dan relevan. Lebih lanjut, praktik tarjīḥ juga dilaksanakan oleh Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI, sehingga berbagai kasus kontemporer di Indonesia dapat dijawab melalui kerangka metodologi yang telah disusun. Langkah-langkah tersebut berlandaskan pada al-Qur’an, as-Sunnah, qiyās, ijmā‘, pendapat fuqahā’, serta ijtihād jamā‘ī yang mu‘tabar. Dengan pendekatan ini, fatwa DSN-MUI tidak hanya menjaga otoritas hukum Islam, tetapi juga memastikan relevansinya terhadap kebutuhan masyarakat modern.

Kata kunci: tarjīḥ, ta‘āruḍ al‑adillah, uṣūl al‑fiqh, al‑Āmidī

Downloads

Download data is not yet available.

References

Referensi

Āmidī, S. D. (2003). Al-Aḥkām fī Uṣūl al-Aḥkām. Beirut: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah.

Bukhārī, A. A. (1997). Kashf al-Asrār Sharḥ Uṣūl al-Bazdawī. Beirut: Dār al-Kutub al ‘Ilmiyyah.

Fatahillah, I. A., Novianti, L., & Nuraeni, N. (2025). Penguatan bisnis syariah sebagai strategi mitigasi dampak proteksionisme dan ketidakpastian ekonomi global. Gunung Djati Conference Series, 56.

Ghazālī, A. H. M. (1993). Al-Mustashfā min ‘Ilm al-Uṣūl. Beirut: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah.

Hītū, M. H. (2009). Al-Wajīz fī Uṣūl al-Tashrī‘ al-Islāmī. Beirut: Muʾassasah al-Risālah al Nāshirūn.

Hītū, M. H. (2020). Al-Wajīz fī Uṣūl al-Tashrī‘ al-Islāmī. Beirut–Damaskus: Muʾassasah al Risālah.

Ibn ‘Ābidīn. (2002). Al-Taqrīr wa al-Taḥjīr. Beirut: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah.

Jamilah, S. A., Novianti, L., & Furotun, N. S. (2025). The narrative of Islamophilia in the Cadar Garis Lucu movement: Simone de Beauvoir's dialectic of freedom in the context of religious freedom in relation to Law Number 39 of 1999 concerning human rights. Causality Journal, 2(2), 29–42.

Judaiʿ, A. Y. (1997). Taysīr ʿIlm Uṣūl al-Fiqh. Beirut: Muʾassasat al-Zamān li al-Ṭibāʿah wa al-Nashr wa al-Tawzīʿ.

Juwaynī, A. M. (1997). Al-Burhān fī Uṣūl al-Fiqh. Beirut: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah.

Karimah, N., & Novianti, L. (2025). Implementasi pelayanan publik dalam mendukung ekonomi kreatif pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bandung. Yayasan Literasi Emas Nusantara, 2(3).

Laknawī, A. A. (1997). Fawātiḥ al-Raḥamūt bi Sharḥ Musallam al-Thubūt. Beirut: Dār al Kutub al-‘Ilmiyyah.

Mawwaq, M. Y. (1994). Al-Tāj wa al-Iklīl li Mukhtaṣar Khalīl. Beirut: Dār al-Kutub al ‘Ilmiyyah.

Novianti, L. (2020). Prinsip Islam dalam melindungi hak minoritas. Adiya: Jurnal Hukum dan Kemanusiaan, 14(2), 228–241.

Novianti, L. (2021). Politik hukum Indonesia yang berkaitan dengan Statuta Roma dalam penegakkan pelanggaran hak minoritas. Khazanah Hukum, 3(1), 34–46. https://doi.org/10.15575/kh.v3i1.8759

Novianti, L. (2023). Pidana mati terhadap tindak pidana terorisme di Indonesia dihubungkan dengan tujuan pemidanaan dalam perspektif hukum positif dan hukum pidana Islam. JSIM: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan, 4(1), 50–70.

Novianti, L. (2024). Green constitution dalam mendorong green economy sebagai pembangunan inklusif berkelanjutan. Gunung Djati Conference Series, 42, 1–10.

Novianti, L. (2024). Metodologi penelitian hukum di era digital. GERECHTIKEIT: Jurnal Riset Peradaban Hukum, 1(2).

Novianti, L. (2025). Historical business ethics of the Prophet Muhammad SAW in facing the development of artificial intelligence technology. Causality Journal, 2(1), 12 22. https://doi.org/10.61597/causalityjournal.v2i1.115

Novianti, L. (2025). Resiliensi manajemen UMKM syariah dalam era proteksionisme sebagai kritik konstruktif terhadap Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Gunung Djati Conference Series, 56.

Samarqandī, B. D. (1997). Musallam al-Thubūt. Beirut: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah.

Sarakhsi, M. A. (1993). Al-Mabsūṭ. Beirut: Dār al-Ma‘rifah.

Shāṭibī, I. M. (1997). Al-Muwāfaqāt fī Uṣūl al-Sharī‘ah. Al-Khubar: Dār Ibn ‘Affān.

Syarifuddin, A. (2008). Uṣūl fiqh. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Taftāzānī, S. D. (1997). Al-Talwīḥ ‘alā al-Tawḍīḥ. Beirut: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah.

Zein, S. E. M. (2017). Uṣūl fiqh. Jakarta: Kencana.

Zulbaidah. (2024). Multicultural influence of the conceptual value of civilization on changes in Islamic law. Pena Justisia, 23(2).

Zulbaidah. (2025). Kaidah-kaidah lughawiyah (Hukum keluarga). Bandung: Liventurindo.

Zulbaidah. (2025). Kaidah-kaidah tasryi’iyah (Hukum keluarga). Bandung: Liventurindo.

Zulbaidah, Amin, S., Rosele, M. I., & Utang. (2025). The practical application of harmonized taklīfī and waḍʿī laws in the Indonesian marriage law system. Lex Localis – Journal of Local Self-Government, 23(S6), 441–453. https://doi.org/10.52152/b6tq4m06

Zulbaidah, Yuniardi, H., Januri, Najmudin, N., & Cason, C. (2025). From traditional ʿurf to digital ʿurf: Accommodating the values of the young generation on husband–wife relations in the framework of uṣūl al-fiqh. Al-Istinbath: Jurnal Hukum Islam, 10(2), 784–808. https://doi.org/10.29240/jhi.v10i2.14630

Zuḥailī, M. M. (2006). Al-Wajīz fī Uṣūl al-Fiqh al-Islāmī. Damaskus: Dār al-Khair.

Zuḥailī, W. (1986). Uṣūl al-Fiqh al-Islāmī. Damaskus: Dār al-Fikr.

Downloads

Published

2026-06-01

How to Cite

Tarjiḥ Sebagai Mekanisme Penyelesaian Ta‘aruḍ Al‑Adillah. (2026). GERECHTIKEIT : Jurnal Riset Peradaban Hukum, 2(1), 41-57. https://journal.inacexter.com/index.php/gerechtikeit/article/view/146

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 > >> 

Similar Articles

21-30 of 66

You may also start an advanced similarity search for this article.