Lafadz dari Segi Kejelasan Artinya dan Urgensinya dalam Hukum Ekonomi Syariah (Kajian Ushul Fiqh terhadap Kepastian Hukum Transaksi Muamalah)
Keywords:
Lafadz, Ushul Fiqh, Kepastian Hukum, Hukum Ekonomi SyariahAbstract
Abstrak: Kejelasan lafadz dalam nash syar‘i merupakan aspek fundamental dalam penetapan hukum Islam, termasuk dalam bidang hukum ekonomi syariah. Perbedaan tingkat kejelasan lafadz berimplikasi langsung terhadap kepastian hukum, keabsahan akad, serta perlindungan hak dan kewajiban para pihak dalam transaksi muamalah. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji klasifikasi lafadz dari segi kejelasan artinya dalam perspektif ushul fiqh serta relevansinya terhadap praktik hukum ekonomi syariah kontemporer. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan normatif dan analitis. Hasil kajian menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat kejelasan lafadz, semakin kuat pula kepastian hukum yang dihasilkan, sehingga mampu meminimalisir sengketa, mencegah unsur gharar, dan menjaga prinsip keadilan serta kemaslahatan dalam transaksi ekonomi syariah.
Kata Kunci: Lafadz, Ushul Fiqh, Kepastian Hukum, Hukum Ekonomi Syariah.
Downloads
References
Referensi
Anwar, Yayan Khaerul, Zulbaedah, Dadang Syarifudin, dan Moh. Mahbub. “Azimah, Rukhshah dan Raf‘u Taklif dalam Pelaksanaan Tuntutan Hukum Ibadah Ketika Terjadi Wabah Virus Covid-19.” Jurnal Fakultas Syari’ah dan Hukum, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Fatahillah, I. A., Novianti, L., & Nuraeni, N. (2025). Penguatan bisnis syariah sebagai strategi mitigasi dampak proteksionisme dan ketidakpastian ekonomi global. Gunung Djati Conference Series, 56. Seminar Nasional Ekonomi dan Bisnis Islam Tahun 2025.
Hasan, A. (2003). The role of language in Islamic legal theory. Arab Law Quarterly, 18(1).
Jamilah, S. A., Novianti, L., & Furotun, N. S. (2025). The narrative of Islamophilia in the Cadar Garis Lucu movement: Simone de Beauvoir's dialectic of freedom in the context of religious freedom in relation to Law Number 39 of 1999 concerning human rights. Causality Journal, 2(2), 29–42.
Kamali, M. H. (2003). Principles of Islamic jurisprudence. Cambridge: Islamic Texts Society.
Karimah, N., & Novianti, L. (2025). Implementasi pelayanan publik dalam mendukung ekonomi kreatif pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bandung. Yayasan Literasi Emas Nusantara, 2(3).
Kementerian Agama Republik Indonesia. (2025). Al-Qur’an dan terjemahannya: QS. Al-Baqarah [2]: 275. https://quran.kemenag.go.id/quran/per-ayat/surah/2?from=275&to=275
Kementerian Agama Republik Indonesia. (2025). Al-Qur’an dan terjemahannya: QS. An-Nisa’ [4]: 29. https://quran.kemenag.go.id/quran/per-ayat/surah/4?from=29&to=176
Novianti, L. (2020). Prinsip Islam dalam melindungi hak minoritas. Adiya: Jurnal Hukum dan Kemanusiaan, 14(2), 228–241.
Novianti, L. (2021). Politik hukum Indonesia yang berkaitan dengan Statuta Roma dalam penegakkan pelanggaran hak minoritas. Khazanah Hukum, 3(1), 34–46. https://doi.org/10.15575/kh.v3i1.8759
Novianti, L. (2023). Pidana mati terhadap tindak pidana terorisme di Indonesia dihubungkan dengan tujuan pemidanaan dalam perspektif hukum positif dan hukum pidana Islam. JSIM: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan, 4(1), 50–70.
Novianti, L. (2024). Green constitution dalam mendorong green economy sebagai pembangunan inklusif berkelanjutan. Gunung Djati Conference Series, 42, 1–10.
Novianti, L. (2024). Metodologi penelitian hukum di era digital. GERECHTIKEIT: Jurnal Riset Peradaban Hukum, 1(2).
Novianti, L. (2025). Historical business ethics of the Prophet Muhammad SAW in facing the development of artificial intelligence technology. Causality Journal, 2(1), 12–22. https://doi.org/10.61597/causalityjournal.v2i1.115
Novianti, L. (2025). Resiliensi manajemen UMKM syariah dalam era proteksionisme sebagai kritik konstruktif terhadap Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Gunung Djati Conference Series, 56. Seminar Nasional Ekonomi dan Bisnis Islam Tahun 2025.
Saeed, A. (1996). Islamic banking and interest. Leiden: Brill.
Soekanto, S. (2016). Faktor-faktor yang mempengaruhi penegakan hukum. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Syarifuddin, A. (2008). Ushul fiqh (Jilid II). Jakarta: Kencana.
Zuhaili, W. (1985). Al-fiqh al-Islami wa adillatuh (Juz V). Beirut: Dar al-Fikr.
Zulbaidah. (2024). Multicultural influence of the conceptual value of civilization on changes in Islamic law. Pena Justisia, 23(2).
Zulbaidah. (2025). Kaidah-kaidah lughawiyah (Hukum keluarga). Bandung: Liventurindo.
Zulbaidah. (2025). Kaidah-kaidah tasryi’iyah (Hukum keluarga). Bandung: Liventurindo.
Zulbaidah, Yuniardi, H., Januri, Najmudin, N., & Cason, C. (2025). From traditional ʿurf to digital ʿurf: Accommodating the values of the young generation on husband–wife relations in the framework of uṣūl al-fiqh. Al-Istinbath: Jurnal Hukum Islam, 10(2), 784–808. https://doi.org/10.29240/jhi.v10i2.14630
Zulbaidah, Amin, S., Rosele, M. I., & Utang. (2025). The practical application of harmonized taklīfī and waḍʿī laws in the Indonesian marriage law system. Lex Localis – Journal of Local Self-Government, 23(S6), 441–453. https://doi.org/10.52152/b6tq4m06
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Syifa Al Rahmah Al Farih , Zulbaidah, Dadang Syaripudin (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








