AMAR DAN NAHYU DALAM HUKUM KELUARGA ISLAM

Authors

  • Desti Aulia Azzahra Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia Author
  • Dian Rahmawati Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia Author
  • Handika Gema Syawaluddin Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati, Bandung, Indonesia Author
  • Hasna Tiara Fitri Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia Author
  • Muhammad Fadli Firdaus Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati, Bandung, Indonesia Author

Keywords:

Amar, Nahyu, Hukum Keluarga Islam, Ushul Fikih, Istinbath Hukum, Sighat Qarinah

Abstract

Abstrak

 

Amar (perintah) dan nahyu (larangan) merupakan dua pilar fundamental dalam bahasa hukum syariah yang berfungsi sebagai dasar istinbath al-ahkam. Penelitian ini mengkaji makna, bentuk sighat, dan implikasi hukum dari amar dan nahyu, dengan fokus khusus pada penerapannya dalam hukum keluarga Islam. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis dan perspektif ushul fikih. Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun asal (ashl) amar menunjukkan hukum wajib dan nahyu menunjukkan haram, kedua konsep ini memiliki spektrum makna yang luas—seperti nadb (anjuran), ibahah (kebolehan), irsyad (bimbingan), atau makruh—yang ditentukan oleh konteks (qarinah) dalam nash. Dalam konteks hukum keluarga, amar dan nahyu berperan sebagai pengatur dan pelindung, misalnya dalam perintah memberikan mahar (QS. An-Nisa’: 4) dan larangan mutlak menikahi mahram (QS. An-Nisa’: 23). Pemahaman yang mendalam terhadap kaidah linguistik syariah ini penting untuk menjawab dinamika hukum keluarga kontemporer secara kontekstual tanpa mengabaikan kerangka normatif Islam.

Kata Kunci: Amar, Nahyu, Hukum Keluarga Islam, Ushul Fikih, Istinbath Hukum, Sighat, Qarinah.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Referensi

Al-Qur’an Al-Karim.

Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir. (2018). Volume 1(1), Juni 2018.

Al-Syaukani, M. bin A. (1994). Irsyad al-Fuhul. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyah.

Fatahillah, I. A., Novianti, L., & Nuraeni, N. (2025). Penguatan bisnis syariah sebagai strategi mitigasi dampak proteksionisme dan ketidakpastian ekonomi global. Gunung Djati Conference Series, 56. Seminar Nasional Ekonomi dan Bisnis Islam Tahun 2025.

Jamilah, S. A., Novianti, L., & Furotun, N. S. (2025). The narrative of Islamophilia in the Cadar Garis Lucu movement: Simone de Beauvoir's dialectic of freedom in the context of religious freedom in relation to Law Number 39 of 1999 concerning human rights. Causality Journal, 2(2), 29–42.

Karimah, N., & Novianti, L. (2025). Implementasi pelayanan publik dalam mendukung ekonomi kreatif pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bandung. Yayasan Literasi Emas Nusantara, 2(3). E-ISSN: 3064-2981 | P-ISSN: 9999-9999.

Munawwir, A. W. (1997). Al-Munawir. Jakarta: Pustaka Praja.

Novianti, L. (2020). Prinsip Islam dalam melindungi hak minoritas. Adiya: Jurnal Hukum dan Kemanusiaan, 14(2), 228–241.

Novianti, L. (2021). Politik hukum Indonesia yang berkaitan dengan Statuta Roma dalam penegakkan pelanggaran hak minoritas. Khazanah Hukum, 3(1), 34–46. https://doi.org/10.15575/kh.v3i1.8759

Novianti, L. (2023). Pidana mati terhadap tindak pidana terorisme di Indonesia dihubungkan dengan tujuan pemidanaan dalam perspektif hukum positif dan hukum pidana Islam. JSIM: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan, 4(1), 50–70.

Novianti, L. (2024a). Green constitution dalam mendorong green economy sebagai pembangunan inklusif berkelanjutan. Gunung Djati Conference Series, 42, 1–10.

Novianti, L. (2024b). Metodologi penelitian hukum di era digital. GERECHTIKEIT: Jurnal Riset Peradaban Hukum, 1(2).

Novianti, L. (2025a). Historical business ethics of the Prophet Muhammad SAW in facing the development of artificial intelligence technology. Causality Journal, 2(1), 12–22. https://doi.org/10.61597/causalityjournal.v2i1.115

Novianti, L. (2025b). Resiliensi manajemen UMKM syariah dalam era proteksionisme sebagai kritik konstruktif terhadap Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Gunung Djati Conference Series, 56. Seminar Nasional Ekonomi dan Bisnis Islam Tahun 2025.

Shalih, A. M. (t.t.). Tafsir Nusus fi Fiqhi al-Islami (Jilid 2). t.t.: Maktabah al-Islami.

Utsman, K. bin. (1421 H). Qawaid Tafsir Jam’an wa Dirasatan. Kairo: Dar Ibn Utsman.

Zulbaidah. (2024). Multicultural influence of the conceptual value of civilization on changes in Islamic law. Pena Justisia, 23(2).

Zulbaidah. (2025a). Kaidah-Kaidah Lughawiyah (Hukum Keluarga). Bandung: Liventurindo.

Zulbaidah. (2025b). Kaidah-Kaidah Tasryi’iyah (Hukum Keluarga). Bandung: Liventurindo.

Zulbaidah. (2025c). Ushul Fiqh Kaidah-Kaidah Lughawiyah. Bandung: PT. Liventurindo.

Zulbaidah, Amin, S., Rosele, M. I., & Utang. (2025). The practical application of harmonized taklīfī and waḍʿī laws in the Indonesian marriage law system. Lex Localis – Journal of Local Self-Government, 23(S6), 441–453. https://doi.org/10.52152/b6tq4m06

Zulbaidah, Yuniardi, H., Januri, N., & Cason, C. (2025). From traditional ʿurf to digital ʿurf: Accommodating the values of the young generation on husband–wife relations in the framework of uṣūl al-fiqh. Al-Istinbath: Jurnal Hukum Islam, 10(2), 784–808. https://doi.org/10.29240/jhi.v10i2.14630

Downloads

Published

2026-06-01

How to Cite

AMAR DAN NAHYU DALAM HUKUM KELUARGA ISLAM. (2026). GERECHTIKEIT : Jurnal Riset Peradaban Hukum, 2(1), 204-210. https://journal.inacexter.com/index.php/gerechtikeit/article/view/150

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 5 > >> 

Similar Articles

1-10 of 62

You may also start an advanced similarity search for this article.