Konsep Dilalah Lafaz dalam Istinbāṭh Hukum Menurut Imam Syafi‘i

Authors

  • Bagas Yusta Anajwa Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati, Bandung, Indonesia Author
  • Dendi Apriliandi Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia Author
  • M. Zidan Al Fahri Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati, Bandung, Indonesia Author
  • Fahmi Ali Huseini Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia Author
  • Nazwan Azhim Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati, Bandung, Indonesia Author

Keywords:

Dalālah lafaz, Ushul Fikih, Mazhab Syāfi‘iyah, Istinbāṭ Hukum, Nash Syar‘i

Abstract

Abstrak

Dalālah lafaz merupakan salah satu konsep fundamental dalam ushul fikih yang berperan penting dalam proses penetapan hukum Islam. Mazhab Syāfi‘iyah memiliki karakteristik tersendiri dalam memahami dan mengklasifikasikan dalālah sebagai metode istinbāṭ hukum dari nash Al-Qur’an dan hadis. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep dalālah atas hukum menurut perspektif ulama Syāfi‘iyah, meliputi pengertian, pembagian, serta implikasinya dalam penetapan hukum Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan normatif-filosofis, melalui analisis terhadap karya-karya ushul fikih klasik mazhab Syāfi‘iyah seperti al-Risālah karya Imam al-Syāfi‘i dan al-Burhān karya Imam alJuwaynī. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ulama Syāfi‘iyah menekankan peran bahasa Arab secara ketat dalam memahami dalālah, dengan pembagian utama berupa dalālah al-‘ibārah, alisyarah, al-dalālah, dan al-iqtidhā’. Pendekatan ini mencerminkan kehati-hatian mazhab Syāfi‘iyah dalam menjaga kemurnian makna nash serta membatasi penalaran hukum agar tetap berlandaskan pada teks syar‘i. Dengan demikian, konsep dalālah dalam mazhab Syāfi‘iyah berfungsi sebagai instrumen metodologis yang menjamin konsistensi dan validitas penetapan hukum Islam.

Kata kunci: Dalālah lafaz, Ushul Fikih, Mazhab Syāfi‘iyah, Istinbāṭ Hukum, Nash Syar‘i.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Referensi

Al-Syafi’i. (1990). Al-Risalah. Ed. Ahmad Muhammad Syakir. Beirut: Dar al-Fikr.

Fatahillah, I. A., Novianti, L., & Nuraeni, N. (2025). Penguatan bisnis syariah sebagai strategi mitigasi dampak proteksionisme dan ketidakpastian ekonomi global. Gunung Djati Conference Series, 56. Seminar Nasional Ekonomi dan Bisnis Islam Tahun 2025.

Harun Nasution. (1995). Islam Rasional. Jakarta: Mizan.

Jamilah, S. A., Novianti, L., & Furotun, N. S. (2025). The narrative of Islamophilia in the Cadar Garis Lucu movement: Simone de Beauvoir's dialectic of freedom in the context of religious freedom in relation to Law Number 39 of 1999 concerning human rights. Causality Journal, 2(2), 29–42.

Karimah, N., & Novianti, L. (2025). Implementasi pelayanan publik dalam mendukung ekonomi kreatif pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bandung. Yayasan Literasi Emas Nusantara, 2(3). E-ISSN: 3064-2981 | P-ISSN: 9999-9999.

Novianti, L. (2020). Prinsip Islam dalam melindungi hak minoritas. Adiya: Jurnal Hukum dan Kemanusiaan, 14(2), 228–241.

Novianti, L. (2021). Politik hukum Indonesia yang berkaitan dengan Statuta Roma dalam penegakkan pelanggaran hak minoritas. Khazanah Hukum, 3(1), 34–46. https://doi.org/10.15575/kh.v3i1.8759

Novianti, L. (2023). Pidana mati terhadap tindak pidana terorisme di Indonesia dihubungkan dengan tujuan pemidanaan dalam perspektif hukum positif dan hukum pidana Islam. JSIM: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan, 4(1), 50–70.

Novianti, L. (2024). Green constitution dalam mendorong green economy sebagai pembangunan inklusif berkelanjutan. Gunung Djati Conference Series, 42, 1–10.

Novianti, L. (2024). Metodologi penelitian hukum di era digital. GERECHTIKEIT: Jurnal Riset Peradaban Hukum, 1(2).

Novianti, L. (2025). Historical business ethics of the Prophet Muhammad SAW in facing the development of artificial intelligence technology. Causality Journal, 2(1), 12–22. https://doi.org/10.61597/causalityjournal.v2i1.115

Novianti, L. (2025). Resiliensi manajemen UMKM syariah dalam era proteksionisme sebagai kritik konstruktif terhadap Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Gunung Djati Conference Series, 56. Seminar Nasional Ekonomi dan Bisnis Islam Tahun 2025. ISSN: 2774-6585.

Zulbaidah. (2024). Multicultural influence of the conceptual value of civilization on changes in Islamic law. Pena Justisia, 23(2).

Zulbaidah. (2025). Kaidah-Kaidah Lughawiyah (Hukum Keluarga). Bandung: Liventurindo.

Zulbaidah. (2025). Kaidah-Kaidah Tasryi’iyah (Hukum Keluarga). Bandung: Liventurindo.

Zulbaidah, Yuniardi, H., Januri, Najmudin, N., & Cason, C. (2025). From traditional ʿurf to digital ʿurf: Accommodating the values of the young generation on husband–wife relations in the framework of uṣūl al-fiqh. Al-Istinbath: Jurnal Hukum Islam, 10(2), 784–808. https://doi.org/10.29240/jhi.v10i2.14630

Zulbaidah, Amin, S., Rosele, M. I., & Utang. (2025). The practical application of harmonized taklīfī and waḍʿī laws in the Indonesian marriage law system. Lex Localis – Journal of Local Self-Government, 23(S6), 441–453. https://doi.org/10.52152/b6tq4m06

Downloads

Published

2026-06-01

How to Cite

Konsep Dilalah Lafaz dalam Istinbāṭh Hukum Menurut Imam Syafi‘i. (2026). GERECHTIKEIT : Jurnal Riset Peradaban Hukum, 2(1), 143-155. https://journal.inacexter.com/index.php/gerechtikeit/article/view/157

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 5 > >> 

Similar Articles

1-10 of 61

You may also start an advanced similarity search for this article.