AMAR DAN NAHYU DALAM HUKUM KELUARGA ISLAM
Keywords:
Amar, Nahyu, Hukum Keluarga Islam, Ushul Fikih, Istinbath Hukum, Sighat QarinahAbstract
Abstrak
Amar (perintah) dan nahyu (larangan) merupakan dua pilar fundamental dalam bahasa hukum syariah yang berfungsi sebagai dasar istinbath al-ahkam. Penelitian ini mengkaji makna, bentuk sighat, dan implikasi hukum dari amar dan nahyu, dengan fokus khusus pada penerapannya dalam hukum keluarga Islam. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis dan perspektif ushul fikih. Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun asal (ashl) amar menunjukkan hukum wajib dan nahyu menunjukkan haram, kedua konsep ini memiliki spektrum makna yang luas—seperti nadb (anjuran), ibahah (kebolehan), irsyad (bimbingan), atau makruh—yang ditentukan oleh konteks (qarinah) dalam nash. Dalam konteks hukum keluarga, amar dan nahyu berperan sebagai pengatur dan pelindung, misalnya dalam perintah memberikan mahar (QS. An-Nisa’: 4) dan larangan mutlak menikahi mahram (QS. An-Nisa’: 23). Pemahaman yang mendalam terhadap kaidah linguistik syariah ini penting untuk menjawab dinamika hukum keluarga kontemporer secara kontekstual tanpa mengabaikan kerangka normatif Islam.
Kata Kunci: Amar, Nahyu, Hukum Keluarga Islam, Ushul Fikih, Istinbath Hukum, Sighat, Qarinah.
Downloads
References
Referensi
Al-Qur’an Al-Karim.
Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir. (2018). Volume 1(1), Juni 2018.
Al-Syaukani, M. bin A. (1994). Irsyad al-Fuhul. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyah.
Fatahillah, I. A., Novianti, L., & Nuraeni, N. (2025). Penguatan bisnis syariah sebagai strategi mitigasi dampak proteksionisme dan ketidakpastian ekonomi global. Gunung Djati Conference Series, 56. Seminar Nasional Ekonomi dan Bisnis Islam Tahun 2025.
Jamilah, S. A., Novianti, L., & Furotun, N. S. (2025). The narrative of Islamophilia in the Cadar Garis Lucu movement: Simone de Beauvoir's dialectic of freedom in the context of religious freedom in relation to Law Number 39 of 1999 concerning human rights. Causality Journal, 2(2), 29–42.
Karimah, N., & Novianti, L. (2025). Implementasi pelayanan publik dalam mendukung ekonomi kreatif pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bandung. Yayasan Literasi Emas Nusantara, 2(3). E-ISSN: 3064-2981 | P-ISSN: 9999-9999.
Munawwir, A. W. (1997). Al-Munawir. Jakarta: Pustaka Praja.
Novianti, L. (2020). Prinsip Islam dalam melindungi hak minoritas. Adiya: Jurnal Hukum dan Kemanusiaan, 14(2), 228–241.
Novianti, L. (2021). Politik hukum Indonesia yang berkaitan dengan Statuta Roma dalam penegakkan pelanggaran hak minoritas. Khazanah Hukum, 3(1), 34–46. https://doi.org/10.15575/kh.v3i1.8759
Novianti, L. (2023). Pidana mati terhadap tindak pidana terorisme di Indonesia dihubungkan dengan tujuan pemidanaan dalam perspektif hukum positif dan hukum pidana Islam. JSIM: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan, 4(1), 50–70.
Novianti, L. (2024a). Green constitution dalam mendorong green economy sebagai pembangunan inklusif berkelanjutan. Gunung Djati Conference Series, 42, 1–10.
Novianti, L. (2024b). Metodologi penelitian hukum di era digital. GERECHTIKEIT: Jurnal Riset Peradaban Hukum, 1(2).
Novianti, L. (2025a). Historical business ethics of the Prophet Muhammad SAW in facing the development of artificial intelligence technology. Causality Journal, 2(1), 12–22. https://doi.org/10.61597/causalityjournal.v2i1.115
Novianti, L. (2025b). Resiliensi manajemen UMKM syariah dalam era proteksionisme sebagai kritik konstruktif terhadap Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Gunung Djati Conference Series, 56. Seminar Nasional Ekonomi dan Bisnis Islam Tahun 2025.
Shalih, A. M. (t.t.). Tafsir Nusus fi Fiqhi al-Islami (Jilid 2). t.t.: Maktabah al-Islami.
Utsman, K. bin. (1421 H). Qawaid Tafsir Jam’an wa Dirasatan. Kairo: Dar Ibn Utsman.
Zulbaidah. (2024). Multicultural influence of the conceptual value of civilization on changes in Islamic law. Pena Justisia, 23(2).
Zulbaidah. (2025a). Kaidah-Kaidah Lughawiyah (Hukum Keluarga). Bandung: Liventurindo.
Zulbaidah. (2025b). Kaidah-Kaidah Tasryi’iyah (Hukum Keluarga). Bandung: Liventurindo.
Zulbaidah. (2025c). Ushul Fiqh Kaidah-Kaidah Lughawiyah. Bandung: PT. Liventurindo.
Zulbaidah, Amin, S., Rosele, M. I., & Utang. (2025). The practical application of harmonized taklīfī and waḍʿī laws in the Indonesian marriage law system. Lex Localis – Journal of Local Self-Government, 23(S6), 441–453. https://doi.org/10.52152/b6tq4m06
Zulbaidah, Yuniardi, H., Januri, N., & Cason, C. (2025). From traditional ʿurf to digital ʿurf: Accommodating the values of the young generation on husband–wife relations in the framework of uṣūl al-fiqh. Al-Istinbath: Jurnal Hukum Islam, 10(2), 784–808. https://doi.org/10.29240/jhi.v10i2.14630
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Desti Aulia Azzahra, Dian Rahmawati, Handika Gema Syawaluddin, Hasna Tiara Fitri, Muhammad Fadli Firdaus (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








